Minggu, 16 Januari 2011

waspada gejala fobia sosial

PERNAHKAH Anda secara sengaja menghindari pertemuan sosial, bahkan sampai kehabisan alasan untuk menghindari undangan pesta? Pernahkah Anda merasa mual dan terjaga gelisah semalaman, karena gugup memikirkan pertemuan yang harus dihadiri esok hari?

Jika situasi tersebut kerap terjadi, bukan tak mungkin Anda mengidap kondisi yang dikenal dengan istilah gangguan kegelisahan sosial (social anxiety disorder), alias fobia sosial.

Fobia sosial bukanlah sebuah penyakit, melainkan suatu kondisi mental yang menandakan rasa malu yang menyakitkan serta ketakutan berlebihan. Kondisi ini, seperti dikutip situs goodeveningworld.com, menimpa sekitar 15 juta orang Amerika Serikat.

Fobia sosial merupakan gangguan kegelisahan yang paling umum dijumpai. Orang yang menderita gangguan kegelisahan sosial, merasa sangat takut dinilai atau dibicarakan orang lain. Mereka tak mampu berbaur dengan orang lain karena menolak menunjukkan jati diri yang sebenarnya.

Dalam situasi yang ekstrim dari fobia sosial, seseorang bahkan bisa terkena serangan panik (panic attacks). Jika gejalanya akut, bantuan psikolog atau psikiater dibutuhkan untuk menyembuhkannya.

Penyebab dan gejala
Penelitian menunjukkan bahwa fobia sosial mungkin disebabkan oleh faktor genetis, zat alami di dalam tubuh, atau bahkan sejumlah respon rasa takut. Artinya, gangguan ini mungkin bersifat keturunan, terjadi karena kepekaan serotonin yang berlebihan, atau bahkan karena terlalu aktifnya amygdala (suatu struktur di otak yang mengontrol respon rasa takut).

Gejala-gejala yang mengindikasikan fobia sosial bervariasi, mulai dari tanda-tanda fisik sampai tingkah laku intens termasuk catatan emosi. Misalnya, banjir keringat dingin atau bahkan menyembunyikan dan menutup diri dari dunia luar selama berhari-hari atau berbulan-bulan.

Diagnosa dan perawatan dini sangat berguna untuk mengatasi gangguan ini, agar tidak kian parah dan berubah menjadi depresi klinis atau gangguan penyalahgunaan obat-obatan.

Salah satu tips untuk mengatasi fobia sosial adalah dengan mencari tahu pemicunya, dan berusaha mengatasi rasa takut itu. Daripada mengubur diri dengan meyakini pikiran-pikiran negatif yang berkecamuk di dalam otak, lebih baik mencoba bersikap rasional dan positif.

Cobalah mengekspos diri secara sengaja semampu Anda. Tunjukkan inisiatif untuk memulai percakapan, bersemangat dalam berinteraksi, dan membuat kontak mata. Cobalah tetap tetap tenang dan bersikap santai.

mediaindonesia.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar