Nasi sudah menjadi menu utama bagi masyarakat Indonesia. Tak lengkap rasanya makan tanpa nasi. Namun banyak juga yang menyebutkan bahwa terlalu banyak mengonsumsi nasi tak baik bagi kesehatan, salah satunya membuat tubuh cepat lelah dan mengantuk.
Menurut dr Nany Leksokumoro, MS, SpGK, pakar gizi dari Omni Hospital, karbohidrat murni seperti nasi dan minuman manis jika dikonsumsi terlalu banyak memang dapat mengakibatkan rasa kantuk.
Pendapat senada juga disampaikan oleh dr A.R. Inge Permadhi, MS, SpGK dari Siloam Hospital. Menurut dr Inge, karbohidrat mengandung gula yang membuat perut cepat lapar. Makin cepat lapar, makin besar pula risiko mata akan terasa mengantuk.
"Lapar itulah yang membuat kita lebih mengantuk, karena gula lebih mudah dibawa oleh sel dan lebih cepat masuk ke dalam insulin," jelas dr Inge kepada detikHealth dan ditulis Jumat (29/8/2014).
Senada dengan pendapat para dokter, studi yang dilakukan oleh Kanazawa Medical University, Jepang, menyimpulkan bahwa mengonsumsi nasi bisa membantu mengatasi masalah kurang tidur. Dalam studi yang melibatkan hampir 2.000 responden ini, hasil serupa tidak didapatkan pada jenis karbohidrat lain seperti roti atau mi.
Para peneliti ini menyebutkan bahwa nasi memiliki indeks glikemik (IG) tinggi. Nah, makanan dengan IG tinggi diketahui dapat meningkatkan kadar protein yang disebut tryptophan. Protein ini biasanya digunakan oleh tubuh untuk membuat serotonin kimia otak, yang dikenal untuk menginduksi tidu
Kamis, 28 Juli 2016
Sabtu, 23 Juli 2016
Titik tertinggi cinta
Ada titik paling dewasa dalam mencintai seseorang. Bagi beberapa orang titik ini bisa terwujud dalam komitmen untuk memulai hidup bersama. Menepi, meminta dia jadi satu-satunya orang yang mendampingi sampai nanti. Memutuskan untuk sepenuhnya berhenti mencari
Di sampingnya kamu merasa pintu rumah selalu terbuka. Kampung halaman tidak lagi harus ditempuh berjam-jam lamanya. Menemukan rengkuhannya di akhir hari yang panjang selalu memberimu perasaan tenang. Seperti euphoria di dada selepas merantau dan punya kesempatan pulang.
Bersama dia yang kelak kamu nikahi hidup tidak harus penuh mimpi dan janji. Terkadang kalian bahkan hanya harus menjalani. Dari satu pagi ke pagi yang lain, kamu merasa tenang karena kini sudah punya pemimpin
23 juli 2016
Di sampingnya kamu merasa pintu rumah selalu terbuka. Kampung halaman tidak lagi harus ditempuh berjam-jam lamanya. Menemukan rengkuhannya di akhir hari yang panjang selalu memberimu perasaan tenang. Seperti euphoria di dada selepas merantau dan punya kesempatan pulang.
Bersama dia yang kelak kamu nikahi hidup tidak harus penuh mimpi dan janji. Terkadang kalian bahkan hanya harus menjalani. Dari satu pagi ke pagi yang lain, kamu merasa tenang karena kini sudah punya pemimpin
23 juli 2016
Percaya
Aku jelas telah selesai menghadapi rasa sakit yang begitu hebat sebelum mengenalmu. Begitu hebatnya hingga separuh diriku seakan terasa hilang. Bahkan untuk membuka mata lagi rasanya sangat silau dan penuh sesak di dada. Aku percaya saat itu tidak ada yang bisa membuatku terpana lagi. Tidak, satupun tidak.
Tapi, entah mengapa akhirnya aku membuka sedikit demi sedikit pintu itu hingga terbuka setengahnya. Memang rasa bahagia mulai beranak-pinak di dalam jiwa ini, namun aku tetap dalam keadaan terjaga. Aku tetap waspada dengan pintu yang sudah terbuka itu. Tetap menahan rasa bahagia agar ia tidak sembarang beranak-pinak. Mengendalikan cinta agar tetap berada di jalur yang logis.
Aku belajar menjadi wajar. Mencinta secukupnya, berharap secukupnya..
sr, 23 desember 2015
Tapi, entah mengapa akhirnya aku membuka sedikit demi sedikit pintu itu hingga terbuka setengahnya. Memang rasa bahagia mulai beranak-pinak di dalam jiwa ini, namun aku tetap dalam keadaan terjaga. Aku tetap waspada dengan pintu yang sudah terbuka itu. Tetap menahan rasa bahagia agar ia tidak sembarang beranak-pinak. Mengendalikan cinta agar tetap berada di jalur yang logis.
Aku belajar menjadi wajar. Mencinta secukupnya, berharap secukupnya..
sr, 23 desember 2015
Minggu, 17 Juli 2016
Penyakit akibat pikiran negatif
*PENYAKIT itu 90% dari PIKIRAN dan 10% dari Pola Makan*
Berikut korelasi daftar penyakit dg pikiran negatif:_
*1) MARAH,* selama 5 menit akan menyebabkan sistem imun tubuhmu mengalami depresi 6 jam.
*2) DENDAM & MENYIMPAN KEPAHITAN* menyebabkan imun tubuh mati.. Dari situlah bermula segala penyakit, seperti STRESS, KOLESTEROL, HIPERTENSI, SERANGAN JANTUNG, RHEMATIK, ARTHRITIS, STROKE (perdarahan / penyumbatan pembuluh darah).
3) Jika kamu sering membiarkan dirimu *STRESS,* maka sering mengalami *GANGGUAN PENCERNAAN.*
4) Jika *MUDAH TERSINGGUNG,* maka kamu cenderung terkena penyakit _INSOMNIA (susah tidur)._
5) Jika sering mengalami *KEBINGUNGAN,* maka kamu akan terkena _GANGGUAN TULANG BELAKANG BAGIAN BAWAH._
6) Jika sering membiarkan dirimu merasa *TAKUT yang BERLEBIHAN*, kamu akan mudah terkena penyakit _GINJAL._
7) Jika suka ber- *NEGATIVE THINKING,* kamu akan mudah terkena _DYSPEPSIA (penyakit sulit mencerna)._
8) Jika mudah EMOSI & cenderung *PEMARAH,* hati2 saja yaa bisa rentan terhadap penyakit _HEPATITIS._
9) Jika sering merasa *APATIS (tidak pernah peduli)* terhadap lingkungan, akan berpotensi mengalami _PENURUNAN KEKEBALAN TUBUH._
10) Jika sering *MENGANGGAP SEPELE* semua persoalan, hal ini bisa mengakibatkan penyakit _DIABETES._
11) Jika sering merasa *KESEPIAN,* bisa terkena penyakit _DEMENSIA SENELIS_ (berkurangnya memori dan kontrol fungsi tubuh).
12) Jika sering *BERSEDIH & merasa selalu RENDAH DIRI,* menyebabkan penyakit LEUKEMIA (kanker darah putih).
Sumber : Buku “The Healing & Discovering the Power of the Water” (by : Dr. Masaru )
Berikut korelasi daftar penyakit dg pikiran negatif:_
*1) MARAH,* selama 5 menit akan menyebabkan sistem imun tubuhmu mengalami depresi 6 jam.
*2) DENDAM & MENYIMPAN KEPAHITAN* menyebabkan imun tubuh mati.. Dari situlah bermula segala penyakit, seperti STRESS, KOLESTEROL, HIPERTENSI, SERANGAN JANTUNG, RHEMATIK, ARTHRITIS, STROKE (perdarahan / penyumbatan pembuluh darah).
3) Jika kamu sering membiarkan dirimu *STRESS,* maka sering mengalami *GANGGUAN PENCERNAAN.*
4) Jika *MUDAH TERSINGGUNG,* maka kamu cenderung terkena penyakit _INSOMNIA (susah tidur)._
5) Jika sering mengalami *KEBINGUNGAN,* maka kamu akan terkena _GANGGUAN TULANG BELAKANG BAGIAN BAWAH._
6) Jika sering membiarkan dirimu merasa *TAKUT yang BERLEBIHAN*, kamu akan mudah terkena penyakit _GINJAL._
7) Jika suka ber- *NEGATIVE THINKING,* kamu akan mudah terkena _DYSPEPSIA (penyakit sulit mencerna)._
8) Jika mudah EMOSI & cenderung *PEMARAH,* hati2 saja yaa bisa rentan terhadap penyakit _HEPATITIS._
9) Jika sering merasa *APATIS (tidak pernah peduli)* terhadap lingkungan, akan berpotensi mengalami _PENURUNAN KEKEBALAN TUBUH._
10) Jika sering *MENGANGGAP SEPELE* semua persoalan, hal ini bisa mengakibatkan penyakit _DIABETES._
11) Jika sering merasa *KESEPIAN,* bisa terkena penyakit _DEMENSIA SENELIS_ (berkurangnya memori dan kontrol fungsi tubuh).
12) Jika sering *BERSEDIH & merasa selalu RENDAH DIRI,* menyebabkan penyakit LEUKEMIA (kanker darah putih).
Sumber : Buku “The Healing & Discovering the Power of the Water” (by : Dr. Masaru )
Minggu, 10 Juli 2016
Canggih, aplikasi ini bisa mengartikan tangisan bayi
Suara tangisan bayi sering kali membuat para ibu panik. Para ibu ataupun ayah kerap bingung apakah bayi mereka menangis karena lapar, popok basah, atau merasa kesakitan.
Para peneliti di Taiwan pun mengembangkan aplikasi yang bisa menerjemahkan suara tangisan bayi itu. Aplikasi The Infant Cries Translator yang dikembangkan di National Taiwan University Hospital Yunlin ini dapat membedakan empat arti suara bayi saat menangis.
Aplikasi ini membantu memberikan informasi kepada orangtua untuk memahami bayi menangis karena lapar, mengantuk, sakit, atau karena popok basah.
Bagaimana caranya? Pertama, setelah mengunduh aplikasi di iOS dan Android melalui App Store ataupun Google Play, isilah data tanggal kelahiran bayi dan asal kebangsaan.
"Setelah bayi menangis, kita hanya perlu menekan tombol perekaman selama 10 detik. Kemudian, suara akan di-upload ke Cloud Drive," ujar peneliti Chang Chuan-yu.
Dari Cloud Drive, suara akan dianalisis, dan hasilnya akan dikirim ke telepon genggam atau handphone ibu. Nah, ibu pun bisa membuat revisi apakah hasil terjemahan aplikasi tersebut sama dengan yang terjadi pada bayinya.
Orangtua bisa membuat pengaturan sendiri pada aplikasi saat bayi menangis karena lapar, popok basah, kesakitan, atau mengantuk. Data di Cloud Drive akan terus diperbarui sesuai dengan suara tangisan bayi yang pernah direkam.
Peneliti mengungkapkan, tingkat akurasi aplikasi ini mencapai 92 persen untuk bayi berusia di bawah dua minggu. Adapun untuk bayi di bawah satu atau dua bulan, akurasi 84 hingga 85 persen. Sementara itu, untuk bayi berusia empat bulan, akurasi bisa mencapai 77 persen.
Sebelum menciptakan aplikasi ini, mereka telah melakukan penelitian selama dua tahun. Peneliti mengumpulkan sekitar 200.000 suara tangisan bayi dari sekitar 100 bayi yang baru lahir. Semua suara itu dianalisis dengan melihat frekuensi jeritan.
Peneliti lain yang juga dokter anak, Chen Si-da, mengungkapkan, bayi yang baru lahir memiliki respons yang khas ketika merasa lapar. Selain bersuara, mereka akan meronta-ronta tak terkendali. Bayi juga akan menjilati bibirnya dan memutar kepala untuk mencari payudara ibu.
Salah satu pengguna The Infant Cries Translator, Guo Young-ming, mengaku bahwa aplikasi ini sangat membantunya untuk menentukan tindakan yang harus dilakukan ketika bayinya menangis. Aplikasi ini membantu para orangtua, khususnya saat mengatasi anak pertama.
(Dian Maharani/Kompas.com)
Langganan:
Postingan (Atom)