Minggu, 03 Juli 2016

Ironi moral

Seiringnya perkembangan jaman kita dapat dengan mudah mengakses apa pun di internet seperti berita peristiwa, tren musik dan busana, kuliner dan masih banyak lagi. Dewasa ini banyak sekali postingan yang kita jumpai di berbagai situs yang menunjukkan sisi negatif yang akan berpengaruh baik itu untuk diri sendiri maupun orang-orang yang melihat postingan tersebut. Orang-orang dapat dengan mudah menerima segala informasi yang tak layak tersebut dan jika tak pandai menyikapinya malah akan berujung ke arah yang kurang baik.
Tidak dapat dipungkiri lagi saat ini orang dapat dengan bebas mengunggah apa pun tanpa adanya tanggung jawab akan akibatnya. Seperti mengunggah foto maupun video yang anak kecil dan remaja tak pantas melakukannya, tentu teman-teman sendiri banyak menjumpainya bukan?
Dari unggahan-unggahan yang tak bertanggung jawab tersebut tentunya  banyak kalangan yang meresahkan hal tersebut. Apalagi ketika anak-anak membuka internet dan melihat hal yang kurang baik tanpa pengawasan orangtua kemungkinan besar anak-anak akan mengikuti apa yang sudah mereka lihat.
Dari unggahan-unggahan tersebut apakah mereka tidak menyadari bahwa ratusan bahkan jutaan orang dari seluruh penjuru dunia akan melihat itu dan menjadi candu untuk orang lain terlebih lagi sekarang ini pengguna internet adalah anak-anak dan remaja. Mereka tak segan-segan mengikuti apa yang mereka lihat dan ikut mengunggah hal yang kurang baik tersebut tanpa rasa malu. 
Ternyata dari hal-hal sepele tersebut akan menjadi racun untuk pemuda-pemudi penerus bangsa untuk mengikuti tren-tren yang tidak wajar tersebut. Seperti yang baru-baru ini kita dengar, seorang remaja SMA membentak seorang polisi wanita, mengunggah foto-foto bak orang dewasa, anak-anak dibawah umur yang tanpa rasa malu mengunggah foto dengan kekasihnya di atas ranjang.
Sungguh menyedihkan bukan moral anak muda saat ini? Tulisan ini tidak saya tujukan untuk menjelek-jelekan berbagai pihak namun untuk lebih mengingatkan hal-hal apa saja yang sudah kita lupakan tentang moral sebagai manusia yang beriman dan berahlak.
 

1. Banyak Toleransi

Bumi ini sudah tua dan perkembangan teknologi, budaya dan lain sebagainya maju dengan pesat. Dengan mengatas namakan hak asasi manusia semuanya tak segan-segan melakukan apa pun tanpa ada dasar yang jelas. Semua orang punya hak namun tak mau haknya terbatasi walaupun mereka tahu bahwa mereka punya kewajiban dengan hukum-hukum yang berlaku. 
"Dia aja boleh begini begitu masa aku gak boleh? "
"Jangan norak deh, sekarang emang lagi musimnya!"
"Di luar negri aja lagi ngetren!"
Terlepas dari budaya barat kita sebagai umat beragama pastinya memiliki batasan-batasan dalam bergaul dan bersikap. Jika kita mentoleransikan hal-hal yang lagi ngetren tapi tak sesuai dengan norma-norma yang ada bagaimana dengan nasib muda-mudi penerus bangsa yang selanjutnya?

2. Kurang Bergaul Dengan Orang Tua

Banyak yang menganggap berbicara dengan orang tua itu membosankan dan merisaukan pasalnya karena orang tua sukanya menceramahi anak muda. Padahal dengan seringnya kita berbicara dengan orang tua baik itu bukan orangtua kita sendiri dan berbagi cerita serta sering diceramahi, membuat diri kita tak lepas dari norma-norma yang disampaikan dalam nasihat orang tua tersebut. Jika kita banyak mendengarkan nasihat-nasihat orang tua maka diri kita pun terbiasa akan hal tersebut bahkan akan menjadikan suatu kebiasaan bagi diri kita.
Bayangkan kalau kita hidup tanpa arahan orang tua, kemungkinan besar kita akan melampiaskan masalah-masalah yang kita alami ke tempat kurang tepat. Seperti kabur dari rumah, mabuk bersama teman-teman, nongkrong dijalanan dan sebagainya tanpa tujuan yang jelas. Memang hal-hal tersebut adalah masa dimana anak muda mencari jati dirinya, namun jika berlebihan apa jadinya?

3. Selalu Merasa Hebat

Selalu menganggap diri lebih baik dan hebat dari orang lain membuat diri kita sombong dan tidak mau mendengarkan masukan dari orang lain. Sikap seperti ini yang membuat seseorang menjadi keras dan tak peduli akan pendapat orang lain.
Padahal tidak ada satu manusia pun yang dapat menjalani hidup nya sendiri. Semua orang butuh orang lain untuk kelangsungan hidupnya. Sikap arogan yang kita miliki membuat kita meremehkan orang lain dan membuat orang tak nyaman bergaul dengan kita.
"Tahu apa sih dia? kayak pinter aja"
"Jangan sok nasehatin aku deh. Urusin aja dirimu sendiri"
Kata-kata di atas pasti pernah kita ucapkan baik ke orang lain maupun terhadap diri kita sendiri. Padahal dengan adanya nasehat dari orang lain dapat membantu kita menjadi orang yang lebih baik lagi. Apa gunanya wajah cantik/ganteng dan ilmu yang tinggi kalau kita tidak mampu menghargai dan menyikapi dengan baik kepada orang yang memberi masukan kepada kita?

4. Takut Dianggap Tidak Keren

Melihat sekarang ini orang-orang berlomba mengunggah aktivitasnya sehari-hari di media sosial dan tidak menutup kemungkinan mereka yang aslinya biasa-biasa saja juga panas ingin mengikuti tren yang sedang melambung ini. Bukan hanya di sinetron saja kita bisa melihat seorang anak yang berasal dari keluarga kurang mampu memaksakan orang tua nya untuk memberikan apa saja yang ia minta hanya untuk terlihat keren dimata teman-temannya.
Sungguh Menyedihkan melihat hal itu terjadi di sekeliling kita, tanpa rasa kasihan memeras orang tua hanya untuk hal sepele seperti itu.
"bu, pokoknya besok aku mau di belikan iPhone seperti teman-teman"
"Eh.. Si A ngepost foto dugem tuh, kita jangan mau kalah!"
"Keren banget sih dia pake pakaian mini gitu, besok beli ah buat nongkrong!"
Mereka bangga dengan diri mereka yang mengunggah kebiasaan yang tidak seharusnya mereka unggah di media sosial. Kita juga tida bisa menyalahkan teman-teman yang mempunyai keuangan yang lebih baik dari pada kita. Kalau kita mampu menyaring mana yang baik dan yang tidak, ya tidak ada salahnya.
Tapi, kalau sudah seperti yang di atas rasanya itu tidak patut untuk memaksakan dan kita ikuti, sebab kita sendiri mengatahui bahwa dalam setiap agama ada batasan-batasan dalam bergaul dan tuhan tidak menyukai orang-orang yang suka mengumbar-ngumbar kemewahan apalagi mengumbar tubuh.
Apakah mereka tidak tahu dampak yang terjadi jika unggahan yang mengumbar tersebut ditiru oleh anak-anak di bawah umur? Bagaimana nasib penerus bangsa yang akan datang?


5. Tidak Belajar Menjadi Seperti Gelas Yang Setengah Kosong

Tentu kalian sudah banyak mendengar istilah gelas setengah kosong. Menurut penalaran saya kita di ibaratkan sebagai gelas dan air adalah ilmu yang kita miliki. Apabila kita menempatkan diri kita sebagai sebuah gelas yang berisi air penuh maka tidak ada tempat lagi untuk air masuk kedalam gelas, jika gelas (kita) dituangkan air (ilmu) dari gelas yang lain (ilmu dari orang lain) maka otomatis air itu akan tumpah.
Lebih jelasnya saat kita merasa diri kita sudah punya cukup ilmu kita menganggap ilmu orang lain tidak berguna bagi kita, kita mendengarkan ilmu yang disampaikan oleh orang lain namun karena kesombongan yang kita miliki kita menganggap remeh ilmu yang diberikan dan mengabaikannya ilmu yang diberikan tersebut.
Namun, apabila kita menempatkan diri kita sebagai gelas yang setengah kosong maka air masih dapat mengisi kekosongan tersebut dan ketika gelas itu penuh kita membaginya lagi kepada gelas-gelas yang lain dan berlanjut terus menerus seperti itu. 
"Aku gak butuh nasehat dari kamu!"
"Ilmu kamu itu tidak cukup untuk berbicara dengan saya!"
"Dasar anak kecil, tahu apa kamu tentang hidup?!"
Kalau anak muda bersikap terus menerus seperti itu bagaimana mereka akan belajar menghargai orang lain? Bagaimana anak muda bisa haus akan ilmu? Bukankah ilmu adalah hal yang berharga? Padahal semakin banyak kita mempunyai ilmu semakin merunduklah kita, semakin banyaknya ilmu maka semakin pandai kita memilih mana yang baik/buruk dalam bersikap sebagai manusia yang beriman dan berilmu.

6. kurangnya Pendidikan Agama

Pendidikan agama adalah kunci utama kita dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Bayangkan apabila kita tidak mendapatkan pendidikan agama sejak kecil hingga sekarang, akan seperti apakah gaya hidup kita. Di dalam kita-kitab semua umat beragama telah menjelaskan berbagai tuntunan serta hukum-hukum dalam menjalani hidup.
Contohnya Al-Quran, didalam Al-Quran sudah terdapat penjelasan adab-adab dalam mengerjakan apa pun. Banyak hukum-hukum didalam Al-Quran dan kitab agama lain yang dapat menuntun kita ke jalan yang baik. apabila  kita tidak mengindahkan apa yang sudah ditentukan dari tuhan untuk kita bagaimana mungkin kita dapat menjadi seorang pribadi yang baik?
Maka dari itu kurangnya pendidikan agama pada anak muda sangat berpengaruh besar dalam kesehariannya bergaul dan bersikap.
"Udah gak ada duit lagi nih, mau gak mau gue harus ketemu sama om itu"
"Anjrit banyak banget masalah gue!! Ah dugem aja lah biar have fun"
Kurangnya pendidikan agama pada remaja membuat mereka melarikan diri dari masalah ke tempat-tempat yang sebetulnya tidak memberikan kebahagian dan ketenangan yang sesungguhnya. Remaja juga tidak mampu mengontrol keingintahuannya sehingga tidak dapat membedakan mana yang harus dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan. Remaja seakan buta dengan mana yang buruk dan yang baik. Yang lebih parahnya lagi mereka tidak malu mengunggah kebiasaan yang tidak baik tersebut ke medial sosial.

Sekian adalah beberapa hal yang mampu menurunkan moral, semoga dengan adanya tulisan ini dapat membuat kita semua sadar bahwa perubahan dapat dimulai dengan hal yang kecil. Mari kita menjadi insan yang lebih baik ke depannya.


http://www.hipwee.com/list/6-hal-yang-membuat-moral-anak-muda-berkurang/

Minggu, 19 Juni 2016

Tanda kurang tidur

Terbiasa kurang tidur bukan berarti bahwa jumlah itulah yang Anda butuhkan untuk tidur," kata dokter yang sering tampil di CBS untuk memberikan nasihat mengenai kesehatan.
Lalu, apa saja sebenarnya tanda-tanda bahwa seseorang kurang lama memejamkan matanya di malam hari? Kepada WellAndGood.com, Dr Phillips memaparkan sembilan tanda-tanda orang yang kekurangan tidur sebagai berikut:
1. Mudah marah. "Kurang tidur meningkatkan risiko depresi, kegelisahan, dan terutama reaktif terhadap stress," kata Dr. Phillips. Sebuah studi yang dilakukan oleh ilmuwan dari University of California-Berkeley dan Harvard Medical School pada 2007 menunjukkan bahwa otak yang kurang tidur ternyata lebih reaktif terhadap gambar-gambar mengganggu daripada otak milik orang yang cukup tidur. Jadi, jika hanya karena masalah sepele Anda marah, bisa jadi kurang tidur adalah penyebab kemarahan Anda itu.
2. Sulit memfokuskan pikiran. Apakah Anda kesulitan untuk memusatkan pikiran pada pekerjaan? Ketidakmampuan untuk tetap waspada adalah tanda bahwa otak perlu diistirahatkan.
3. Mudah lupa. "Banyak memori yang dipindahkan dari jangka pendek ke jangka panjang, terutama saat tidur," kata Dr. Phillips. Jadi, jika Anda kekurangan tidur, bisa jadi Anda akan lupa nama rekan kerja atau kemungkinan besar Anda akan harus sering menggunakan aplikasi "Find My Iphone" untuk menemukan dimana gawai itu diletakkan.
4. Berat badan naik. Tidur menjaga "hormon lapar" -- ghrelin dan leptinmenginformasikan apakah tubuh dalam keadaan kenyang atau lapar -- agar tetap seimbang. Selain itu tidur juga penting bagi pengaturan kadar insulin dalam darah. Kurang tidur akan membuat kadar gula darah turun, kemudian rasa lapar menyebabkan Anda mencari camilan. Tidak mengherankan jika donat adalah obat yang paling ampuh bagi orang yang kelelahan.
5. Anda cenderung menubruk sesuatu. "Jika Anda kurang tidur, respon motorik Anda melambat," kata Dr Phillips. Itulah sebabnya mengemudikan kendaraan saat mengantuk sangat berbahaya. Jika Anda tidak sedang berada di balik kemudi, efeknya adalah Anda kelihatan ceroboh.
6. Mudah terserang demam. Tidur merupakan kunci bagi sistem imun yang sehat. Jadi, tidur yang sebentar akan menyebabkan tubuh mudah disusupi virus. Sebuah studi dari Carnegie Mellon University pada 2009 menunjukkan bahwa orang yang tidur kurang dari tujuh jam ternyata tiga kali lebih mudah terkena demam daripada orang yang tidur delapan jam atau lebih.
7. Kesulitan untuk tidur. "Jika Anda mengalami kurang tidur yang kronis, tingkat hormon tertentu seperti cortisol akan melonjak," kata Dr Phillips. "Sama sulitnya ketika Anda kurang tidur, tubuh akan berada pada keadaan selalu waspada." Dengan adanya curtisol dalam aliran darah, akan sangat sulit untuk tertidur, sebuah keadaan yang sangat berlawanan dengan yang kita inginkan.
8. Muncul jerawat. Cortisol atau hormon stres akan meningkat ketika Anda mengalami kelelahan dan tidak mendapatkan istirahat yang cukup. Hal ini akan meningkatkan peradangan yang menyebabkan jerawat muncul.
9. Sakit perut. Ya, perut juga bisa terpengaruh oleh kurang tidur. "Kurang tidur akan mengganggu keseimbangan bakterial dalam sistem pencernaan," Dr Phillips. Hal ini bisa membuat perut sakit seperti sembelit atau diare atau sekadar perut merasa tidak nyaman.

https://beritagar.id/artikel/kesehatan/9-tanda-orang-kurang-tidur

Bahaya Kurang Tidur

  • Orang di zaman modern ini banyak yang terkena penyakit insomnia. Sulit tidur karena banyak stres. Pekerjaan, rumah tangga, tuntutan zaman untuk memiliki banyak barang elektronik, hanyalah sebagian kecil dari alasan penyebab stres. Semua ini menunjang timbulnya insomnia dan kebiasaan begadang. Menurut para ahli, ada kaitan kuat antara insomnia dan depresi dan satu sama lain saling memicu. Jika orang kurang tidur tubuhnya menghasilkan kortisol, hormon stres. Dalam penelitian yang dilakukan terhadap 10.000 orang di AS pada tahun 2007, mereka yang insomnia mempunyai risiko lima kali lipat untuk terkena depresi dibanding dengan yang tidak insomnia. Untungnya dengan menyembuhkan insomnia, depresi juga menghilang.
  • Kebiasaan

    Kebiasaan tidur kita sekarang ini berlainan dengan zaman nenek moyang kita. Konon mereka tidur dalam blok yang berbeda. Tiap malam mereka tidur sekitar 4 jam kemudian bangun beberapa jam dan kembali tidur 4 jam lagi. Sedangkan kita sekarang tidur sekitar 8 jam sepanjang malam.
  • Usia

    Bayi dapat tidur sepanjang malam dan juga sepanjang hari. Semakin besar seorang anak, tidurnya semakin berkurang, mereka lebih suka bermain ketimbang tidur. Mereka juga harus bersekolah, mengerjakan PR dan kegiatan lainnya. Sesudah menginjak dewasa banyak stres melanda, pekerjaan yang harus diselesaikan, shift kerja di malam hari, sehingga waktu tidur pun semakin langka. Kemudian semakin lanjut usia, tidur pun semakin sulit.
  • Tidur siang

    Menurut pakar, tidur siang tidak dapat menggantikan manfaat tidur malam. Namun, ada sebuah kantor di Eropa yang memberi waktu untuk pegawainya untuk tidur siang supaya mereka segar kembali dan produktivitas mereka meningkat.
  • Risiko

    Kurang tidur menyebabkan orang mengantuk di siang hari, sulit berkonsentrasi, pikiran melayang, nafsu makan hilang, gairah seks menurun. Akibat mengantuk banyak bahaya terjadi. Pengemudi mobil yang mengantuk sama berbahayanya dengan pengemudi yang mabuk. Kebocoran nuklir di Chernobyl, Rusia pada tahun 1986 terjadi karena salah seorang petugasnya mengantuk.
  • Penyakit

    Orang yang kurang tidur mempunyai kemungkinan lebih besar untuk terkena serangan jantung. Tidur pada malam hari membantu badan memproduksi insulin yang penting bagi para penderita diabetes untuk mengendalikan gula darah.
    Selain penyakit, kurang tidur juga menyebabkan berat badan bertambah. Dalam sebuah penelitian di tahun 2004 orang yang tidurnya kurang dari enam jam sehari mempunyai kemungkinan 30% lebih banyak untuk menjadi gemuk. Kurang tidur tidak saja memicu nafsu makan tetapi juga membuat orang ingin makan makanan yang mengandung lemak dan karbohidrat. Dampak kurang tidur juga tampak pada kulit. Hormon pertumbuhan yang dihasilkan ketika tidur berkurang sehingga merusak kolagen yang berfungsi untuk menjaga kulit supaya tetap elastis.

Jumat, 17 Juni 2016

Tips mengendalikan mood

MOOD atau suasana hati adalah bagian dari diri kita. Jadi harusnya sih, kita yang mengatur mood itu, bukan mood yang mengatur kita. Nah ini ada beberapa tips untuk mengendalikan mood agar tetap terjaga 
1. Self Talking
Bahasa ngetopnya ngomong sendiri.Tapi bukan berarti kita ngomong sendiri kayak orang gila. Bukan itu maksudnya, tapi kita harus berbicara dengan diri kita sendiri, seperti introspeksi atau kontemplasi.
Gunanya supaya kita tahu karakter kita sebenarnya seperti apa,apa yang selalu membuat kita marah dan senang, apa yang kita inginkan dalam hidup, dan hal-hal penting lainnya. Kalau kita sudah kenal diri kita sendiri, pastinya kita bakal mudah mengendalikan diri sendiri.
2. Berpikir Sebelum Bertindak
Kebanyakan dari kita lebih enak bertindak dulu baru berpikir. Awalnya emang enak karena kita bisa langsung melampiaskan perasaan. Tapi ujung-ujungnya, akan lebih banyak menyesalnya deh…. Kebiasaan berpikir sebelum bertindak juga bakal meminimalisasi jumlah orang yang mungkin akan sakit hati dengan perbuatan atau perkataan kita.
3. Lepas
Lepasin apa yang kamu rasakan dengan menuliskannya di buku, blog, batu, atau apa pun yang bisa dibuat menulis. Terserah mau nulis apa, yang penting emosi bisa cepat keluar dan mereda.
4. Dengar Musik
Musik adalah salah satu keajaiban dunia. Seperti lagi bete, daripada marah-marah enggak karuan, memang akan lebih enak dengerin musik yang kamu suka dan nyanyi keras-keras buat melampiaskan dan melepaskan mood yang enggak enak.
5. Curhat
Kalau kamu tergolong orang yang harus ditemenin kalau lagi ber-mood buruk, curhat lah dengan orang yang terpercaya.
6. Cari Senyum
Kalau enggak mau curhat, coba cari sesuatu atau seseorang yang bisa bikin kamu ketawa. Kumpul sama teman teman yang lagi cerita lucu, baca komik lucu, atau nonton film lucu, bisa mengubah mood jadi lebih baik. Kalau enggak ada yang bisa diketawain, coba deh ketawain kebodohan atau hal-hal bodoh yang pernah kamu lakukan.
Orang yang waras, sehat, dan mampu mengendalikan diri adalah orang-orang yang bisa menertawakan dan menerima keburukan dirinya sendiri.
7. Anger Management
Kalau lagi marah,usahakan jangan diumbar secara berlebihan.Mendingan, ungkapkan ke teman dan dibahas bersama. Yang terpenting, jangan lakukan apapun kalau kita lagi marah karena bisa berimbas ke orang lain yang mungkin enggak berhubungan dengan penyebab marah kita.

Kamis, 16 Juni 2016

Syukur yang terlupakan



Setiap uang menipis walau masih di awal bulan kita akan sama-sama menundukkan kepala dan bersyukur: sebab kita diijinkan bekerja lebih keras dalam 20 hari ke depan. Kita berbaik sangka pada Tuhan bahwa Dia akan memberi keajaiban.

Tepat di momen kita sibuk mengeluh dan berkeluh kesah pada dunia yang sesungguhnya tak begitu suka dengan kisah berbalut duka Dia tetap bekerja dengan tangan ajaibNya. Dalam diam berusaha mengarahkanmu ke jalan terbaik menurutNya, yang selama ini tak mampu terbaca oleh keterbatasan inderamu sebagai manusia.

HatiNya lembut, hingga syukur bisa jadi penggerak kendali takdir ke arah yang sebelumnya tak terbayang sama sekali. Dan bukankah tetap bersyukur di ruang penantian akan membuatmu bertahan tanpa merasa kelelahan?

 http://www.hipwee.com/motivasi/catatan-kecil-tentang-syukur-yang-tak-melulu-soal-uang-pekerjaan-dan-bertemu-jodoh-impian/