Selasa, 03 Oktober 2017

ibu rumah tangga


Semua ibu pasti berharap bisa memberikan yang terbaik bagi buah hatinya mungkin inilah yang medorng wanita berani mengambil langkah besar menjadi ibu rumah tangga.

Ya... tidak mudah mengorbankan karier dan kebebasan di luar rumah demi menyerahkan waktu dan perhatian sepenuhnya pada anak manusia yang sudah dikandung 9 bulan lamanya. Ketakutan tidak bisa berkembang sepesat sebelumnya. Belum lagi rasa bersalah karena membiarkan suami berjuang sendiri mencari nafkah.


Kamis, 28 September 2017

mars vs venus

mars vs venus yang diibaratin perempuan dan laki-laki pasti sudah tidak asing lagi ditelinga kita ya. sore ini dr jamal madhi lewat bukunya keindahan komunikasi suami istri coba sederhanakan perbedaan dan keinginan dari pria dan wanita. kira kira apa ya keinginan wanita? dan apa pula keinginan para pria? sama atau justru bertolak belakang?

6 hal yang diinginkan wanita:
1. dilindungi
2. dimengerti
3. dihormati
4. ikhlas
5. dipercaya
6. kedamaian

sementar 6 hal yang disukai pria itu:
1. kepercayaan
2. dikagumi
3.diterima
4. diperlakukan dengan baik
5. dihormati
6. motivasi

beda ya? dengan tau perbedaannya kita jadi bisa menjalin komunikasi dengan lebih baik bukan..


sr,28sep2017

Rabu, 27 September 2017

ciptakan surga mulai dari rumah

Izin berbagi...
📝Materi Parenting

💫🏡Menciptakan Rumah Surga Tanpa Teriakan 🏡💫

1. Semua orang menginginkan rumah tangga layaknya surga, agar penghuninya betah di dalamnya.

2. Ciri utama penduduk surga di antaranya bicara yang lembut. Tidak suka teriak atau membentak.

3. Kebiasaan berteriak justru merupakan ciri penduduk neraka. (QS 35:37)

4. Maka jika ada suara teriakan di dalam rumah, itu artinya suasana surga sudah berganti suasana neraka.

5. Kebiasaan teriak atau bicara melebihi desibel suara normal akibatnya akan mengeringkan cinta.

6. Sejatinya, cinta adalah kelembutan. Dan tidaklah sesuatu disertai kelembutan kecuali akan memperhiasnya (Hadits)

7. Itulah kenapa bukti cinta kepada Allah diminta kita tuk berdzikir dengan suara yang lembut, tidak berteriak di hadapan-Nya. (QS
7:205)

8. Kebiasaan berteriak di dalam rumah tangga sejatinya akan mengurangi rasa cinta.

9. Penting bagi setiap keluarga yang merindukan suasana surga, agar mengurangi teriakan di dalam rumah, terlebih untuk anak-anak kita.

11. Kebiasaan berteriak atau membentak di depan anak diakui oleh para ahli akan mengaktifkan batang otak anak.

12. Batang otak itu yang disebut otak reptil atau otak refleks.
Anak cenderung merespon masalah tanpa berpikir.

13. Diledek teman refleks memukul. Ini tersebab batang otaknya
lebih dominan daripada korteksnya, yang ajak dia untuk berpikir.

14. Anak yang batang otaknya menebal cenderung merespon sesuatu dengan prinsip 'flight or fight'.

15. Solusi akan jarang keluar dari anak dengan model begini. Yang ada adalah memuaskan emosi semata.

16. Maka, anak-anak yang gampang marah, tawuran dan sebagainya bisa dibilang karena batang otaknya cenderung lebih dominan.

17. Dan kalau ditelusuri penyebab awalnya, yakni kebiasaan dibentak atau diteriaki dari kecil baik oleh ortu atau guru di sekolah.

18. Dampak berikutnya dari kebiasaan berteriak di hadapan anak adalah: menghancurkan sel-sel otaknya.

19. Satu kali teriakan kepada anak di bawah usia 5 tahun akan menghancurkan 10 ribu sel otaknya setiap teriakan.

20. Hitung deh sudah berapa kali bentak anak. Kalikan 10 ribu. Maka, itulah dosa kita yang membuat anak kita gak pintar-pintar.

21. Berteriak ini belum tentu membentak. Bisa jadi sekedar bercanda untuk menyemangati. Ini tetap bahaya dan terlarang untuk dilakukan.

22. Kalau mau teriak di lapangan saja, di mana jarak ke anak kira-kira seratus meter.

23. Kembali kepada inti rumah tangga Surga. Yakni kebiasaan bicara lembut. Bahkan bisik-bisik di telinga anak untuk tumbuhkan cinta.

24. Tentu kelembutan ini bukan berarti abaikan ketegasan.

25. Sebab ketegasan itu bisa dilakukan tanpa harus berteriak-teriak.

26. Jadi, jika ada yang teriak-teriak di rumah kita, katakan: ini rumah surga. Di surga bicaranya lembut. Hanya penduduk neraka yang suka teriak.

27. Kesimpulannya, jika ingin memperbaiki pola asuh dan hubungan harmonis dalam rumah tangga, perbaiki cara komunikasi kita.

28. Dengan perbaikan komunikasi, maka menjadi baiklah amalan kita yang lainnya.

💫🌼💫🌼💫🌼💫🌼💫 🌼

Mari kita perbaiki komunikasi dalam keluarga kita, terutama pada anak-anak kita, yang pada dasarnya mereka tidak ingin dibentak atau diteriaki. Semoga kita berhasil menjadi orang tua yang sukses berkomunikasi dengan baik.

Jumat, 08 September 2017

cinta pertamamu, nak..

"Pria yang kau cintai mungkin bisa saja menyakitimu. Namun hanya ada satu pria yang mencintaimu setulus hati dan dengan segenap jiwanya yang takan pernah menyakitimu. Dialah sosok yang kau panggil, Papa."

nak, kadang seseorang yang sangat menyayangimu adalah seseorang yang paling susah mengatakan betapa ia menyayangimu, berbeda dengan yang sering mengumbar perasaannya padamu.


Kamis, 24 Agustus 2017

melatih keajaiban "indra" anak

Meski terlihat sederhana, permainan sensori – yang mendorong anak menggunakan indra-indranya – ternyata memiliki peran penting dalam tumbuh kembang anak. Misalnya, menurut para psikolog pendidikan dan perkembangan anak dari Rumah Dandelion, yang menyusun buku “Keajaiban 7 Indra”, permainan sensori akan memperkaya pengalaman sensori anak, sehingga pemahaman yang ia miliki pun semakin kompleks dan pola pikirnya semakin berkembang. Permainan sensori pun dapat meningkatkan pemahaman bahasa dan memperkaya kosa kata anak, mengasah keterampilan motorik halus maupun kasar anak, mengembangkan kepercayaan diri, rasa ingin tahu dan kemampuan anak untuk mengambil keputusan, serta nebdukung anak berimajinasi atau memikirkan alternatif cara memecahkan suatu persoalan dengan kreatif.  

Nah, dalam buku “Keajaiban 7 Indra”, para psikolog dari Rumah Dandelion memberikan ide-ide permainan sensori yang dapat dilakukan di rumah bersama anak Anda yang berusia 4 tahun ke atas. Bukan hanya sekadar messy play untuk merangsang indra peraba, tetapi juga stimulasi menyeluruh untuk ketujuh indra anak, yaitu penglihatan (mata), penciuman (hidung), pendengaran (telinga), pengecap (lidah), peraba (permukaan kulit, terutama telapak tangan), vestibular, dan proprioseptif. Yang perlu Anda ingat, kalau anak menolak melakukan permainan tertentu, jangan dipaksa, ya. Coba lagi di lain waktu saat anak lebih siap, sehingga suasana bermain tetap menyenangkan.

Ayun-ayun Balon

Alat yang dibutuhkan:
•    Balon
•    Selimut kain

Cara bermain:
•    Bentangkan selimut, letakkan satu balon di tengah-tengahnya.
•    Ajak anak memegang kedua ujung selimut, sementara Anda memegang ujung selimut sisi lain.
•    Bersama-sama, entakkan selimut ke atas sehingga balon melambung tinggi, kemudian tangkap balon yang turun menggunakan selimut, dan lambungkan kembali.

Manfaat:
•    Melatih koordinasi mata tangan.
•    Mengasah kemampuan melacak gerakan dan antisipasi gerakan objek.
•    Mengembangkan motoric kasar dan kemampuan perencanaan motoric.
•    Melatih konsentrasi.
•    Meningkatkan kekuatan otot, seberapa kuat harus menggenggam agar selimut tidak terlepas.
•    Mengembangkan kemampuan kerja sama untuk mencapai tujuan.

Variasi:
Anda bisa mengganti selimut dengan raket bulu tangkis, dan anjak anak melambung-lambungkan balon dengan raket agar tidak terjatuh ke lantai/tanah.

Suara Apa Itu?

Alat yang dibutuhkan:
Lembar kerja yang berisi daftar gambar dengan keterangan di masing-masing berupa suara apa itu.

Cara bermain:
•    Ajak anak berjalan-jalan di lingkungan luar rumah, lantas minta anak mendengar lingkungan dengan baik dan saksama untuk menemukan suara-suara di sekitarnya, berdasarkan tema yang Anda tentukan sebelumnya, misalnya tema binatang (suara burung, suara kucing), atau tema lalu lintas (suara klakson mobil, suara mesin motor).
•    Saat anak berhasil menemukan suara tententu, minta ia memberi centang pada gambar yang sesuai di lembar kerja.
•    Permainan dapat pula dilakukan di dalam rumah, dengan mengunduh berbagai macam suara dari aplikasi.

Manfaat:
•    Membantu anak mengenali berbagai macam suara yang ada di kehidupan sehari-hari.
•    Meningkatkan surviving skill anak. Ada kalanya kita harus mengandalkan indra pendengaran untuk memahami apa yang terjadi.
•    Melatih anak mengarahkan perhatian pada bunyi tertentu.
•    Membiasakan anak mengabaikan suara-suara yang tidak relevan dengan kebutuhan anak saat itu.

Goresan Rahasia

Cara bermain:
•    Minta anak duduk memunggungi Anda.
•    Buat goresan-goresan di punggung anak, misalnya bentuk, huruf, atau angka tertengu.
•    Minta anak menebak apa yang Anda gambar.
•    Anda dapat pula menggambar di telapak tangan, telapak kaki, lengan, atau paha anak. Pastikan anak memejamkan mata saat Anda membuat goresan.
•    Untuk menambah sensasi, Anda dapat menggunakan alat saat menggambar, seperti dengan bolpoin, bulu-bulu, alat pemijat yang bisa bergetar.

Manfaat permainan:
•    Menguatkan kepekaan indra peraba anak.
•    Meningkatkan ambang batas agar lebih terbiasa merasakan sentuhan ringan.
•    Belajar mengenal bentuk, huruf, dan angka dengan cara yang menyenangkan.
•    Melatih kemampuan abstraksi anak untuk membayangkan bentuk dari sensasi sentuhan.

Enggrang dari Kaleng

Alat yang dibutuhkan:
•    2 kaleng susu/biskuit bekas
•    Tali
•    Paku dan palu (untuk membolongi kaleng)

Cara bermain:
•    Cuci bersih kaleng bekas pakai, lantas buat lubang pada sisi kaleng dengan menggunakan palu dan paku.
•    Masukkan tali ke dalam lubang, dan ukur sesuai dengan tinggi anak (ujung pegangan tali sedada anak).
•    Anak dapat memainkan enggrang kaleng ini dengan berdiri di atas kaleng dan berjalan sambil berpegangan pada tali.

Manfaat:
•    Melatih keseimbangan tubuh.
•    Mengembangkan motorik kasar dan perencanaan motorik.
•    Turut menstimulasi indra proprioseptif.
•    Merangsang kreativitas dengan membuat alat permainan dari barang bekas.

Oles Kumis

Alat yang dibutuhkan:
•    Cermin
•    Susu kental/krim kocok/madu
•    Sereal berbentuk bulat kecil

Cara bermain:
•    Posisikan anak duduk menghadap cermin.
•    Oleskan susu kental, krim kocok, atau madu di bagian atas mulut. Lekatkan sereal kecil hingga menempel di sekeliling mulut. Minta anak menjilatnya dengan menjulurkan lidah ke atas.
•    Bergantian oleskan susu kental/krim kocok di batas atas, bawah, dan samping kanan-kiri mulut.
•    Anda dapat turut melakukannya untuk memberi contoh kepada anak dan mendorong ia agar mau mencoba. Bisa pula anak yang diminta mengoleskan susu kental/krim kocok ke wajah orang tua.
•    Gunakan bahan lain, seperti puree buah, kecap, saus tomat, atau mayonnaise.

Manfaat:
•    Melatih otot-otot lidah yang membantu perkembangan bicara.
•    Menctimulasi kemampuan oral-motor anak.