Sabtu, 21 Mei 2016

Ini yang terjadi saat tubuh terkena flu

Di musim seperti ini, virus flu tengah merajalela. Sangat penting untuk menjaga kebugaran dan meningkatkan kekebalan tubuh agar tidak tertular penyakit tersebut. Namun jika Anda sudah terlanjur tertular dan terkena flu, ada hal yang harus Anda ketahui terkait dengan siklus flu dalam tubuh Anda.
Berikut adalah gambaran tentang apa yang terjadi pada tubuh Aninida ketika terkena flu sesuai penjabaran profesor Gregory A Poland, M.D dari Mayo Clinic, seperti dilansir oleh Huffington Post (13/11).
Pada 24 jam hingga 48 jam pertama
Virus flu masuk ke saluran pernapasan. Bisa terhirup melalui udara atau ditularkan dari orang lain yang terkena flu saat mereka batuk atau bersin. Selain itu, virus flu juga bisa masuk melalui tangan yang menyentuh wajah. Setelah masuk, virus flu mulai menempel pada sel yang melapisi saluran pernapasan, kemudian memperbanyak diri.
Sejauh ini, Anda tak akan mengalami gejala apapun dan tak merasa kehadiran virus tersebut. Sayangnya, pada tahap ini Anda juga tak bisa melakukan banyak karena Anda belum menyadari sudah tertular virus flu.
Pada hari ke-5 sampai ke-7
Sel imun mulai bekerja dan bergerak ke lokasi tempat virus memperbanyak diri. Sel imun kemudian juga memberikan sinyal pada molekul untuk mengaktifkan sistem kekebalan tubuh. Selanjutnya, tubuh akan meningkatkan kekebalan sebagai respon atas serangan virus dan berusaha mencegah agar virus tidak menginfeksi sel lainnya.
Pada tahap ini, Anda akan mengalami gejala-gejala umum flu seperti demam, rasa lelah, sering bersin, merasa dingin, dan mengalami rasa sakit pada otot. Ketika mengalami gejala seperti ini Anda bisa menguranginya dengan minum teh, minum aspirin atau acetaminophen untuk meredakan demam.
Namun sebenarnya, hal yang paling baik dilakukan pada tahap ini adalah beristirahat. Pada tahap ini Anda juga sangat berkemungkinan menularkan virus flu pada orang lain. Jadi lebih baik beristirahatlah di rumah dan tidak pergi kerja agar bisa lekas sembuh dan tidak menularkan virus pada rekan kerja yang lain.
Bergantung pada sistem kekebalan tubuh dan perawatan yang Anda lakukan, flu bisa bertahan hingga beberapa hari atau mereda dengan cepat. Ketika sudah akan mereda, selanjutnya ini yang akan terjadi pada tubuh Anda.
Pada hari-hari terakhir
Karena sistem kekebalan tubuh yang kuat, akhirnya tubuh bisa mematikan virus flu. Peradangan yang terjadi pada tubuh pun semakin berkurang. Pada tahap ini Anda mungkin masih merasakan lemah dan rasa tak nyaman pada tenggorokan, namun demam sudah turun dan gilang.
Pada tahap ini, tingkat penularan virus juga sudah turun sehingga Anda bisa kembali beraktivitas. Meski begitu, lebih baik jika Anda tetap istirahat hingga kembali sehat dan bugar.
Itulah beberapa tahapan yang terjadi pada tubuh ketika Anda mengalami flu. Penting untuk diketahui bahwa Anda sangat bisa menularkan virus flu pada orang lain ketika Anda merasakan gejala. Mulai dari gejala demam, pusing, hingga bersin dan batuk. Jadi perhatikan dengan baik ketika Anda mengalami gejala, dan bijaklah untuk tidak menularkan virus flu pada orang-orang di sekitar Anda.

Jumat, 20 Mei 2016

Hubungan darah dan sistem imun



Bagi penderita anemia kronis, rasa lemas dan kecerdasan yang menurun mungkin sudah biasa...namun pernahkah anda perhatikan bahwa sistem imun juga menurun? 

Kondisi ini begitu terasa saat sedang haid, saat seperti ini perempuan akan mengeluarkan darah...pendarahan yang terjadi otomatis akan menurunkan nilai hb dan komponen lain dalam darah. Inilah yang menjadi penyebab mengapa mereka lebih rentan terkena prnyakit. 

Darah dan kekebalan tubuh ternya berkaitan sangat erat. Komonen yang terdapat dalam darah punya peran sebagai sistem imun tubuh yang melindungi tubuh dari ancaman zat berbahaya, virus, atau bakteri. Beberapa komponen darah yang punya fungsi tersebut adalah:
TipeGambarDiagram% dalam tubuh manusiaKeterangan
NeutrofilPBNeutrophil.jpgNeutrophil.png65%Neutrofil berhubungan dengan pertahanan tubuh terhadap infeksi bakteri serta proses peradangan kecil lainnya, serta biasanya juga yang memberikan tanggapan pertama terhadap infeksi bakteri; aktivitas dan matinya neutrofil dalam jumlah yang banyak menyebabkan adanya nanah.
EosinofilEosinophil.jpgEosinophil2.png4%Eosinofil terutama berhubungan dengan infeksi parasit, dengan demikian meningkatnya eosinofil menandakan banyaknya parasit.
BasofilPBBasophil.jpgBasophil.png<1%Basofil terutama bertanggung jawab untuk memberi reaksi alergi dan antigen dengan jalan mengeluarkan histamin kimia yang menyebabkan peradangan.
LimfositLymphocyte2.jpgLymphocyte.png25%Limfositlebih umum dalam sistem limfa. Darah mempunyai tiga jenis limfosit:
  • Sel B: Sel B membuat antibodi yang mengikat patogen lalu menghancurkannya. (Sel B tidak hanya membuat antibodi yang dapat mengikat patogen, tapi setelah adanya serangan, beberapa sel B akan mempertahankan kemampuannya dalam menghasilkan antibodi sebagai layanan sistem ‘memori’.)
  • Sel T: CD4+ (pembantu) Sel T mengkoordinir tanggapan ketahanan (yang bertahan dalam infeksi HIV) sarta penting untuk menahan bakteri intraseluler. CD8+ (sitotoksik) dapat membunuh sel yang terinfeksi virus.
  • Sel natural killer: Sel pembunuh alami (natural killer, NK) dapat membunuh sel tubuh yang tidak menunjukkan sinyal bahwa dia tidak boleh dibunuh karena telah terinfeksi virus atau telah menjadi kanker.
MonositMonocyte.png6%Monosit membagi fungsi “pembersih vakum” (fagositosis) dari neutrofil, tetapi lebih jauh dia hidup dengan tugas tambahan: memberikan potongan patogen kepada sel T sehingga patogen tersebut dapat dihafal dan dibunuh, atau dapat membuat tanggapan antibodi untuk menjaga.
MakrofagMacrophage.jpgMacrophage.png(lihat di atas)Monosit dikenal juga sebagai makrofag setelah dia meninggalkan aliran darah serta masuk ke dalam jaringan.
Seseorang yang mengalami kelainan darah tentu komponen darahnya seperti monoksit, neorofil atau basofilnya tidak ideal. Padal zat zat diatas merupakan komponen penting untuk menjaga kekebalan tubuh kita.

Jika sistem kekebalan melemah, kemampuannya untuk melindungi tubuh juga berkurang, membuat patogen, termasuk virus yang menyebabkan penyakit. Penyakit defisiensi imun muncul ketika sistem imun kurang aktif daripada biasanya, menyebabkan munculnya infeksi. 


Minggu, 15 Mei 2016

Untukmu, yang masih terus kusebut dalam doa

Hey, sedang apa kamu sekarang?
Kubayangkan dirimu sedang tenggelam ditengah kesibukan. Serius menatap layar, memeras otak untuk belajar, atau tengah asyik berbicang bersama kawan seperjuangan. Sadarkah dirimu, kamu selalu tampak lebih gagah saat sedang berkonsentrasi penuh seperti itu?
Berani bertaruh, keberadaan calon istrimu ini sedang tak sedikit pun berkelebat di pikiran. Kau kerap menyingkirkanku demi bisa fokus mengejar impian. Tapi tak layak rasanya jika kuangkat suara keberatan. Menyadari bahwa kau telah dipersiapkan sepatutnya membuatku merapal syukur tak berkesudahan.
Aku selalu membayangkan bagaimana nanti kita akan bertemu. Apakah akan lucu, romantis atau justru sebenarnya kau dan aku sudah saling mengenal dari dulu? Apapun jalannya, aku berharap kelak kita akan saling memandang mata dan tahu:
Akulah muara akhir petualanganmu. Kehadiranmu, mencukupkanku.

Sayang, yang namanya selalu terapal dalam doa dari fajar hingga ujung malam.

Sesungguhnya aku tak sabar ingin segera bisa mengajakmu jalan-jalan. Kita memang bukan pasangan yang gila pada kencan romantis di cafe yang harganya membuat mata membesar. Kau dan aku rela berhemat, makan sederhana demi melihat dunia. Kita akan mengangkat keril. Menaklukkan puncak-puncak tertinggi bersama. Naik kereta keliling Jawa, menyeberang ke Bali, menjejakkan kaki di Nusa Tenggara.
Kau gigih berburu penerbangan termurah ke Papua sementara aku mengepak logistik untuk ekspedisi kita ke Puncak Jaya. Tak jarang aku protes pada mahalnya tiket keliling Indonesia. Merayumu untuk memilih melancong ke luar negeri saja. Jawabanmu membungkam kata, “Kita harus lebih dulu mengenal Indonesia. Demi bisa mengenalkannya ke anak-anak kita”.
Betapa beruntungnya aku menemukanmu, yang mencintaiku sebesar mencintai tanah airnya. Saat salju abadi akhirnya terjamah tangan, kau pun menatapku dan berkata: “Tuntas sudah janji kita pada calon anak atas Indonesia. Siapkan dirimu melihat dunia”.
Esoknya, akan kutemukan kau bekerja lebih keras demi bisa membawaku ke Venesia.

Ijinkan aku mengucapkan terima kasih atas keberadaanmu

Terima kasih telah mempersiapkan dirimu untuk menyambutku. Kau mengorbankan waktu tidurmu, merelakan indahnya masa mudamu. Saat teman-temanmu kecanduan main DoTA, kau justru begadang demi menyelesaikan tugas terakhirmu sebagai mahasiswa.
Kau memilih belajar bekerja dibanding nongkrong hingga pagi buta. Terima kasih atas kedewasaanmu. Sebagai pria, kamu sadar harus lekas lulus dan mulai menjajaki dunia.
Terima kasih sudah tumbuh jadi lelaki yang bisa diandalkan. Kamu tak hanya lihai memperbaiki mobil dan mengganti ban. Namun memang layak jadi panutan.
Kau memperlakukanku seperti layang-layang. Membuatku terbang tinggi, tanpa pernah lupa menarik senar. Bersamamu kutemukan kebebasan yang penuh penjagaan.

Maafkan aku yang belum bisa sepenuhnya jadi wanita idamanmu

Diluar sana masih banyak yang lebih cantik dibanding aku. Mereka yang lebih lihai memadankan baju. Cerdik memulaskan pewarna di muka tanpa harus canggung dihadapmu. Tapi kau menganggap semua aksesori itu tak perlu.
Kau ikhlas mengakrabi nadi di gurat leherku, kau pasrahkan liat tubuhmu pada tak lentiknya jari tanganku. Tak jarang aku malu saat kita bercumbu, namun kau lihai menyihirku jadi penggoda nomor satu: hanya untukmu.
Maafkan aku yang belum juga pintar memasak. Tak jarang kau akan temui makanan yang keasinan di akhir hari panjangmu. Alih-alih memarahiku, kau hanya mengusap rambut dan menuang kecap banyak-banyak.
Katamu sambil berusaha tersenyum manis, “Ini enak kok, cuma perlu agak manis sedikit”. Kau habiskan hidangan itu tanpa protes. Padahal kau bisa saja keluar rumah, memilih membeli makanan di restoran yang tak pernah mengecewakan lidahmu.
Terima kasih, untuk selalu menjaga hatiku.

Jika suatu hari kita bertengkar hebat, tolong ingatlah…


Kita bisa berubah jadi monster paling menyebalkan bagi satu sama lain. Kamu sudah tak tahan lagi dengan omelan cerewetku. Bagimu aku sudah terlalu banyak bicara. Aku pun tak lagi bisa mentoleransi kebiasaanmu yang terlihat jorok di mataku. Bagaimana bisa kaus kaki kotor tak kau taruh di keranjang cucian? Justru kau biarkan tergeletak di lantai.
Kamu ingin aku menerimamu apa adanya. Aku berharap kau berubah. Kita saling membentak. Jari tertuding tak mau kalah.
Saat aku sedang keras kepala – peluk aku dan ingatkan – mau tak mau salah satu dari kita harus diam. Cinta bukan kompetisi yang perlu menghitung poin menang-kalah. Waktu kau lelah menghadapi egoismeku, bicaralah. Calon istrimu ini tak pandai membaca kode tanpa arah. Di titik kau tak mampu lagi dan ingin pergi, ingat kembali. Tuhan tak mungkin mempersatukan kita dengan suci hanya untuk semudah itu diakhiri.

Maka, bersediakah kamu?

Maukah kau jadi kawan terbaikku membangun masa depan? Jadi orang yang aroma badannya kuhirup saban malam. Pria yang namanya tak pernah alpa kusebut di tiap sujud dan tangkupan tangan. Kita akan memulai segalanya dari nol. Barangkali kau dan aku tak akan langsung hidup nyaman. Rumah kontrakan sederhana juga sudah cukup membahagiakan.
Sudikah kamu jadi Bapak dari anak-anakku? Mereka yang akan kita dewasakan bersama. Nyawa-nyawa baru yang akan kita biasakan untuk rajin membaca. Tak mengalah pada kuasa tablet digital yang membuat mereka kian tak peka.
Akankah kau mengijinkanku jadi wanita yang memiliki nama belakangmu? Menjadi pribadi terhormat yang mengandung anak dari benihmu.
Maukah kau menghabiskan masa denganku? Dengan rendah hati menerima segala kurangku. Betapa aku akan bahagia saat akhirnya bisa jadi orang pertama yang kau lihat setiap membuka mata.
Kita akan menua bersama,ditemani tawa dan kerut yang makin nyata. Berjanjilah, tak peduli  nanti kita akan berselisih paham. Atau kekurangan uang. Saat anak-anak kita berulah dan menyusahkan — kau dan aku akan kembali saling menatap untuk menemukan keyakinan : kita akan tetap baik-baik saja.
Relakah  priaku, jika kau kudampingi sampai surga?

Sayang, dari 3,4 miliar pria diluar sana: aku berharap kamu ada.


Nendra hipwee

Kedutan dari kacamata kesehatan

Mata kedutan? Jika bertanya pada teman, boleh jadi Anda akan mendapatkan jawaban yang bernada bercanda. Mau dapat rezeki, gara-gara sering ngintip, atau malah kebanyakan tidur. Namun, sebenarnya apakah makna di balik kedutan mata itu? 

Nah, kita akan lihat pandangan ilmiah soal kedutan. Sebenarnya, mata kedutan (gerakan tiba-tiba dan simultan pada kelopak mata atau ekor mata) selalu terjadi secara spontan. Tak jarang, beberapa orang bisa mengalaminya beberapa kali dalam sehari.

Kedutan terjadi karena serabut saraf di dalam otak mengalami kontraksi sesaat. Denyutan pembuluh darah tiba-tiba seperti mengalami rangsangan (kontraksi) yang membangkitkan aliran listrik melalui nervus facialis yang membuat mata kejang sesaat.

Kedutan dianggap berbahaya jika kejadiannya berlangsung secara terus menerus dan dalam waktu lama atau gerakannya tidak bisa diobati.

Insiden dan kejadian kedutan tidak dapat diketahui, namun seperti dikutipallaboutvision, setidak ada 7 faktor yang menjadi penyebab kedutan:

1. Stres 
Mata berkedut dapat menjadi salah satu tanda stres karena mata menjadi begitu tegang. Mengurangi penyebab stres dapat membantu membuat mata berhenti bergerak-gerak.

2. Kelelahan
Kurang tidur yang dialami entah karena stres atau alasan lain dapat memicu kejang kelopak mata. Segera bayar kekurangan tidur Anda dapat membantu mengurangi kedutan.

3. Mata lelah
Mata Anda mungkin bekerja terlalu keras yang memicu kelopak mata bergerak-gerak. Mata yang tegang karena terus menatap komputer salah satunya menjadi penyebab yang sangat umum dari gangguan mata.

4. Kafein dan Alkohol
Banyak ahli percaya bahwa terlalu banyak kafein dan alkohol dapat memicu mata berkedut karena tekanan pada pembuluh darah meningkat.

5. Mata kering
Lebih dari separuh penduduk tua mengalami mata kering akibat proses penuaan. Mata kering juga sangat umum bagi orang-orang yang menggunakan komputer, mengonsumsi obat-obatan tertentu seperti antihistamin, antidepresan, memakai lensa kontak dan mengonsumsi kafein atau alkohol. Lelah dan stres juga bisa memicu mata kering. 

6. Ketidakseimbangan Nutrisi
Beberapa laporan menunjukkan kekurangan zat gizi tertentu seperti magnesium dapat memicu kejang kelopak mata. Jika Anda mencurigai kekurangan gizi telah mempengaruhi kesehatan sebaiknya minta pendapat ahli gizi.

7. Alergi
Orang-orang dengan mata alergi memiliki gejala antara lain gatal, bengkak dan mata berair. Ketika mata digosok, akan mengeluarkan histamin yang memicu keluarnya air mata. Beberapa bukti menunjukkan bahwa histamin dapat menyebabkan kelopak mata bergerak-gerak.

8. Gangguan saraf motorik ke-7
Menurut Dr.Donny Istiantoro, Sp.M, spesialis mata di Jakarta Eye Center, kedutan pada mata adalah hal yang tidak perlu dikhawatirkan. Karena, biasanya akan sembuh sendiri. Karena gangguan saraf motorik ke-7 ini hanyalah akibat terlalu lelah. Untuk hal ini, bisa atasi dengan mengonsumsi multivitamin penambah darah atau vitamin E. Jika kondisinya semakin parah dan mengganggu aktivitas sehari-hari, kita bisa meminta yang ahli untuk melakukan suntik Botoks. Atau pergi memeriksakan diri ke ahli bedah mata.
9. Dystonia atau Blepharospasm
Menurut naturopati Riani Susanto, ND, CT., mata berkedut bisa disebakan oleh faktor keturunan, trauma fisik dan infeksi. Ini membuat saraf bergerak dan otot mata berkontrasi kedutan (dystonia). Atau bisa juga karena stres dan kelelahan, sehingga kontraksi otot menjadi tidak terkendali dan menyebabkan terjadi kontraksi pada daerah sekitar mata (blepharospasm).
Untuk kasus ini, jauhi stres. Cobalah menjadi orang yang lebih bersyukur dengan semua kita miliki sekarang. Rasa syukur mampu mengangkat beban pikiran kita. Agar daerah mata yang berkedut terasa relaks, kurangi paparan cahaya dengan menggunakan kaca mata hitam. Jika kedutan mata sudah menjadi permanen, suntik botoks bisa dilakukan jika perlu, untuk melokalisasi dan membuat lumpuh area kedutan.


Diolah dr berbagai sumbrr

Sabtu, 14 Mei 2016

7 Hal yang Sering Menyeret Notaris ke Pusaran Kasus

Tidak ada profesi yang kebal hukum, sekalipun penyandang profesi itu berlabel penegak hukum. Hakim, advokat, jaksa, tetap bisa dijerat melakukan tindak pidana jika unsur-unsur pidananya terpenuhi. Prinsip yang sama berlaku untuk notaris.
 
Selama ini notaris memang jarang menjadi pesakitan. Jarang dibanding mereka yang dipanggil sebagai saksi atau menjadi pihak dalam suatu perkara. Bukan berarti tak ada notaris yang pernah ditetapkan sebagai tersangka atau didakwa di pengadilan.
 
Kasubbid Bankum Bidang Hukum Polda Jabar, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Yanuar Prayoga, menjelaskan di wilayah Polda Jawa Barat masih jarang notaris jadi tersangka. Kalaupun ada bukan karena niat jahat pribadi, melainkan terseret pihak-pihak yang berperkara.
 
“Hampir tidak ada notaris yang jadi tersangka. Tetapi ada juga yang jadi tersangka, tapi bukan karena ada niat jahat, cuma terseret oleh pihak-pihak dalam perjanjian,” kata Yanuar dalam ‘Seminar Pilar Penegakan Hukum Terhadap Notaris Berkaitan dengan Aspek Pidana, Perdata, Perpajakan dalam Pelaksanaan Jabatan Notaris’, di Bogor, Senin (09/5).
 
Berdasarkan pengalaman dan pengamatannya sebagai polisi, Yanuar melihat ada tujuh hal berkaitan dengan produk notaris yang sering berujung ke kepolisian.
 
Pertama, akta dibuat dengan kondisi para pihak tidak berhadapan. Notaris membuat akta padahal ia tahu para pihak tidak saling berhadapan atau tidak ada di tempat. Salah satu atau kedua pihak tidak hadir saat akta dibuat. Pihak yang dirugikan biasanya melaporkan notaris.
 
Kedua, data identitas dari salah satu pihak dalam akta dianggap tidak benar, atau dianggap memberikan keterangan palsu. Permasalahan ini, kata Yanuar, kerap dijadikan senjata oleh para pihak untuk memperkarakan sebuah Akta. Pengaduan ke pihak Kepolisian biasanya dilakukan setelah perjanjian antara kedua belah pihak tidak terselesaikan, atau ada yang ingkar janji. “Salah satu pihak berusaha mencari celah untuk mempidanakan dan memang faktanya ketemu. Sebenarnya tidak ada yang rugi, cuma memang terkadang ada alamat yang tidak benar. Sehingga di sini perlunya minuta dan dokumen lainnya,” jelas Yanuar.
 
Ketiga, data mengenai obyek yang diperjanjikan tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya. Sehingga salah satu pihak dianggap memberikan keterangan palsu. Notaris terseret selaku pihak yang membuat akta perjanjian.
 
Keempat, data yang diberikan oleh salah satu atau kedua pihak tidak benar, sehingga akta notaris yang diterbitkan dianggap akta palsu. Jerat yang biasa dipakai adalah memasukkan data palsu ke dalam akta otentik atau memalsukan dokumen.
 
Kelima, ada dua akta yang beredar di para pihak, yang nomor dan tanggalnya sama tetapi isinya berbeda. “Ini sering terjadi, nomor, tanggal, dan judul sama, tetapi di akta yang satu cuma ada satu penghadap, dan akta satu lagi ada dua penghadap. Dua akta ini beredar, oleh pihak yang bersengketa ini dipermasalahkan. Kejadian ini sering terjadi misalnya perebutan saham,” ungkapnya.
 
Keenam, tanda tangan salah satu pihak yang ada dalam minuta dipalsukan. Ini bisa terjadi karena pembuatan akta dikejar-kejar waktu, dan salah satu pihak tidak berada di tempat. Mungkin juga ada kesengajaan untuk memalsukan tanda tangan.
 
Ketujuh, penghadap menggunakan identitas orang lain. Notaris belum tentu mengenal secara pribadi orang yang datang menghadap. Notaris tidak dalam posisi menelusuri jejak rekam seseorang, apalagi untuk sampai memastikan identitas dalam dokumen identitas resmi penghadap benar atau palsu.
 
Yanuar meminta para notaris berhati-hati menjalankan tugas. Polisi merekomendasikan, pertama, agar dalam pembuatan produk notaris agar benar-benar mempedomani prosedur yang ditentukanperaturan perundang-undangan, jika perlu membuat SOP untuk pedoman staf.
 
Rekomendasi kedua, polisi berharap notaris meneliti secara saksama data, dokumen/surat yang digunakan sebagai persyaratan atau data penerbitan produk notaris. Bila perlu, memindai (scan) seluruh data sehingga lebih jelas. Ketiga, notaris perlu memastikan para pihak harus hadir berhadapan, dan sebelum akta ditandatangani notaris membacakan isinya kepada para pihak disertai penjelasan, dilakukan pendokumentasian seperti mengambil foto, untuk memperkuat apabila ada komplain di kemudian hari.
 
Rekomendasi lain, keempat, tertib dalam pengelolaan dokumen. Yanuar mengingatkan jangan sampai produk notaris yang belum jadi tetapi sudah deregister dan ditandatangani, bahkan sudah beredar kepada para pihak.
 
Dosen Magister Kenotariatan Universitas Indonesia, Pieter Latumeten, menambahkan notaris yang terjerat perkara pidana menuntut tugas Majelis Pengawas Notaris untuk melakukan pembinaan dan pengawasan sebagai notaris. Meski terbilang sedikit, perkara yang menyeret notaris mayoritas terkait profesionalitas.

“Ada yang sudah menjalani hukuman, meskipun tidak banyak. Majelis Kehormatan Notaris berkaitan penegakan hukum, tapi bukan untuk melindungi, hanya memberikan perlindungan martabat. Kebanyakan terkait profesionalitas (perkara),” kata Pieter.
 
Menurut Pieter, uji kompetensi bagi calon notaris menjadi salah satu kuncinya. Setelah lulus harusnya ada uji kompetensi. Sertifikat kompentensi bisa dijadikan syarat utuk bisa diangkat atau tidak sebagai notaris.  “Ini domain organisasi,” ujarnya.


Sumber hukumonline