Selasa, 18 Oktober 2011

Sore itu


Sore itu mendungnya langit kehidupan tak langi menjadi cerita tentang kegetiran
Karena sapaan angin yang menawarkan indahnnya pelangi

Sore itu semua kata yang terpendam mencair
Merekahkan hati yang sempat menyusut karena semangat yang hampir hilang kendalai

Sore itu saya belajar tentang hidup
Tentang masalah yang terkecap getir
Tentang pengluapan
Tentang cerita yang bisa melegakan
Tentang berbagi kepada orang yang juga merasakan hal yang sama

Sore itu....
Kami balut cerita getir menjadi gelagak tawa yang lucu juga untuk dikenang


Sore itu disuatu tempat yang pernah melebur banyak cerita bersama mereka.


Sr, 18 0kober2011

Kamis, 15 September 2011

Naluri

Mungkin ini yang namanya naluri orang tua, meskipun kebersamaan dan proses pendewasaan diri itu penting, ia selalu bisa menekan ingin demi sebuah harap yang lebih besar kedepannya 
Ayah    : "Aku tau kamu bisa, tapi kamu sudah habiskan waktu lebih dari 3 tahun untuk ini. Cuma tinggal sebentar lagi, aku yakin kamu bisa prioritaskan apa yang lebih penting"
Aku     :"Tapi yah....aku bisa belajar sambil lakuiin apa yang aku suka ini"
Ayah    :"Please, cuma sebentar. Nanti setelah lulus, aku yakin kamu tetep bisa lakuiin semua yang kamu suka, bahkan jadi jauh lebih indah"

Sore itu perbincangan mengkerucut pada harapan. Harapan adanya pengendalian diri yang muncul dalam diriku, agar bisa memilih apa yang katanya prioritas dan lebih baik. Aku coba belajar memahami apa maksudnya, aku coba belajar mengalirkan perasaan brontak yang sempat meraja.

Setelah 2 tahun kebersamaan, akan ada banyak canda, tawa dan kecewa yang ku lewatkan. Adakah benar langkah ini yang terbaik Tuhan?
"Ini memang tak mudah, namun bukan berarti tak mungkin" bisik hati yang coba menghibur diri

Sr, 15 september 2011

Senin, 05 September 2011

Jika aku jatuh cinta

Seandainya waktu masih berpihak kepadaku .... 
Izinkan aku merasaka cinta yang sederhana 


"Mencintai dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api, yang menjadikannya abu....
Mencintai dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan, yang menjadikannya tiada... (Sapardi Djoko Damono)" 
Jika cinta masih bisa singgah di hariku, 
Izinkan aku mencintai orang yang biasa saja
Namun rela menggengam tangan sepanjang  jalan kebersamaan 
Hingga butir-butir kesempurnaan terkecap dengan indah 


Sr, 5september 2011

Minggu, 28 Agustus 2011

Tunggu apa lagi bicaralah...



Malam selalu panjang tatkala  tanya belum terjawab, entah karena  hukum alam atau perasaan ku saja, ketika tanya belum terjawab, saat ku ajak mata untuk terlelap rasa kantuk seakan sudah ditawar hingga pergi tak kembali..


Waktu  menujukan pukul 11.30 pm, sudah cukup larut untuk hanya memikirkan tanya yang dari tadi sore terasa begitu sulit  ku cari tau jawabannya. Fikiran ku dari tadi selalu berkutit pada apa ini? Kenapa bisa begitu? Bagaimana dengan itu? Kasian sekali!  Apa jangan-jangan? Tapi kan begitu? Tapi ko kayanya begini?

Disaat suara-suara di fikiran terasa terlalu bising, akhirnya ku putuskan untuk melangkahkan kaki, berjalan mencari jejak - jejak kehidupan yang siapa tau bisa membantu uraikan kekusutan pemikiran.

Diskusi panjang malam ini terasa begitu beda, persamaan rasa antara aku dan saudara ku makin memperjelas duduk perkara yang membesitkan tanya, lempar masalah ini, diberi argumentasi itu, ditangkis dengan argumentasi lainnya, terbakar emosi, diam sesaat, hingga akhirnya aku temukan jawabnya.

"Ternyata yang jadi masalah dalam hidup, itu berasal dari dalam diri.
Ketika kekecewaan menyelimuti hati, itu hanyalah imbas dari perbedaan cara memandang masalah. Jika sudah seperti ini yang harus dilakukan adalah bicara, bicara untuk menyamakan rasa, bicara untuk menyelaraskan ingin, bicara untuk memusnahkan ragu."

Tunggu apa lagi, bicaralah

Sr, 28082011

Jumat, 24 Juni 2011

Belajar untuk mengerti

Smile
Dari kejauhan, lampu lalu-lintas di perempatan sudah menyala kuning. Jack segera menekan pedal gas kendaraannya… Jack terus melaju.. Priit! seorang polisi memintanya berhenti.. ia melihat siapa polisi itu.. yaitu Bob, temannya semasa SMA dulu… legalah Jack.
“Hey Bob….. Duh, sepertinya saya kena tilang nih? Saya memang agak buru2. Istri saya sedang menunggu di rumah, hari ini Ia ulang tahun.. dan anak2 sudah menyiapkan segala sesuatunya.
Tentu aku tidak boleh terlambat, dong.” “Saya mengerti. Tapi, sebenarnya kami sering memperhatikanmu melintasi lampu merah di persimpangan ini.” Dengan ketus Jack menyerahkan SIM lalu menutup kaca jendelanya. Bob terlihat menulis surat tilang dan setelah agak lama, Bob kembali dan mengetuk kaca jendela. Jack memandangi wajah Bob dengan penuh kecewa.
Dibukanya kaca jendela itu sedikit.. cukup untuk memasukkan surat tilang dan Bob kembali ke posnya..
Jack mengambil surat tilang, tapi, ternyata SIMnya dikembalikan bersama sebuah nota..
Nota apa ini? Buru2 Jack membuka dan membaca nota yang berisi tulisan tangan Bob..
“Halo Jack, Taukahkamu Jack, aku dulu mempunyai seorang anak perempuan. Sayang, Ia sudah meninggal tertabrak pengemudi yang ngebut menerobos lampu merah, pengemudi itu dihukum penjara selama 3 bulan, begitu bebas, ia bisa bertemu dan memeluk ketiga anaknya lagi.., Sedangkan anak kami satu2nya sudah tiada.. Kami masih terus berusaha dan berharap agar Tuhan berkenan mengkaruniai seorang anak agar dapat kami peluk.., Doakan agar permohonan kami terkabulkan..
Berhati-hatilah.. dari Bob”
Jack terhenyak. Ia segera keluar dari kendaraan mencari Bob, tapi Bob sudah meninggalkan posnya..
Sepanjang jalan pulang ia mengemudi perlahan dengan hati tak tentu sambil berharap kesalahannya dimaafkan.
Renungan,
Tidak selamanya pengertian kita harus sama dengan pengertian orang lain.. Bisa jadi suka kita tak lebih dari duka orang lain.. Hidup ini sangat berharga, jalanilah dengan penuh hati-hati,  dan hargailah orang-orang disekitarmu kawan :)